Banjir Parah di Tanbu! Air Menggenangi Desa Dukuh Rejo, Diduga Akibat Replanting Sawit Ribuan Hektare
WARTABANJAR.COM, BATULICIN – Warga Desa Dukuh Rejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, digegerkan dengan banjir yang menggenangi pemukiman dan jalan utama, Senin (27/10/2025).
Dalam video yang diunggah akun Instagram @kalseltoday, terlihat air meluap deras dan menutupi sebagian jalan serta halaman rumah warga. Banjir tersebut diduga akibat aktivitas replanting (penanaman ulang) ribuan hektare kebun sawit di dataran tinggi yang menyebabkan hilangnya vegetasi penahan air.
“Beberapa perusahaan sawit melakukan replanting hampir ribuan hektare di area pegunungan. Jadi air langsung turun ke bawah karena tidak ada lagi penahannya,” tulis keterangan unggahan tersebut.
Warga berharap air cepat surut dan meminta pemerintah daerah turun tangan untuk mengatasi persoalan lingkungan yang diduga menjadi pemicu banjir berulang ini.
Reaksi Warganet: Sindiran dan Keprihatinan
Fenomena banjir ini langsung menyedot perhatian publik. Beragam komentar warganet pun membanjiri unggahan tersebut.
“Kada lawas turun sampai ke Pagatan ni 😂”
“Tambahi lagi sawitnya, biar sekalian laut naik ke gunung 😢”
“Setiap replanting pasti banjir, padahal sudah sering kejadian.”
Menurut warga setempat, air kiriman dari perbukitan membuat aliran sungai kecil di Mantewe meluap, sehingga mengancam pemukiman di wilayah bawah, termasuk jalan penghubung menuju Pagatan.
Banjir kali ini menjadi peringatan serius akan pentingnya pengawasan lingkungan dan tata kelola perkebunan berkelanjutan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan perusahaan terkait segera duduk bersama mencari solusi agar peristiwa serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Semoga cepat surut dan ada perhatian serius dari pihak berwenang. Jangan sampai warga jadi korban dari kesalahan tata kelola lahan,” tulis seorang pengguna media sosial.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad