Di sisi lain, pasangan muda Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine mengaku mendapat banyak pelajaran dari laga final ini.
“Lawan senior tidak mudah dimatikan dan mereka bisa mengendalikan permainan dengan baik,” kata Isyana.
Rinjani menambahkan, “Kami sempat ubah pola permainan dengan no lob, tapi Apri/Fadia menyerang terus dan cukup rapi menekan kami.”
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Apri/Fadia masih menjadi ganda putri utama Indonesia yang solid dan siap kembali bersaing di turnamen-turnamen besar berikutnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







