Bukan Sekadar Pesta Rakyat, Fantastic Creative Festival 2025 Jadi Pertaruhan Citra Kreatif Tanah Laut
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Jalan H. Boejasin, Pelaihari untuk menyaksikan malam puncak Fantastic Creative Festival 2025, Sabtu (25/10/2025).
Acara yang dihelat oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut selama dua hari tersebut menjadi etalase bagi beragam kreativitas lokal.
Rangkaian kegiatannya mencakup lomba seni, bazar ekonomi kreatif, dan ditutup dengan penampilan magnet utama, Andra Bagindas, sebagai puncak acara.
Festival ini secara resmi dibuka dengan persembahan tari tradisional.
Momen penting lainnya adalah peluncuran aplikasi SIEKRAFU, sebuah platform digital yang dirancang untuk menyajikan informasi pariwisata, kuliner, dan berbagai potensi ekonomi kreatif (ekraf) di Tanah Laut.
Sejumlah perwakilan dari Polres Tanah Laut, Kodim 1009/Tla, dan Kemenag, bersama para pelaku seni, komunitas kreatif, serta masyarakat umum turut hadir dalam perhelatan tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Tanah Laut, Zulpuaddin, dalam laporannya menjelaskan bahwa Fantastic Creative Festival ini berfungsi sebagai wadah ekspresi utama bagi para pelaku ekraf.
"Festival ini dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, semangat inovasi, serta memperkuat identitas budaya dan pariwisata daerah," ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Abdillah, yang mewakili Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, dalam sambutannya menekankan signifikansi peran ekraf dalam pembangunan daerah.
"Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi wadah menyalurkan bakat dan menumbuhkan kreativitas masyarakat Tanah Laut," ucapnya.
Ia menambahkan komitmen pemerintah daerah.
"Pemerintah Kabupaten Tanah Laut akan terus mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif melalui ruang-ruang ekspresi seperti festival ini agar menjadi penggerak ekonomi daerah serta memperkuat citra Tanah Laut sebagai daerah kreatif dan berkarakter," katanya.
Selama festival berlangsung, berbagai kompetisi digelar untuk memeriahkan acara, meliputi lomba mewarna, tari kreasi, fashion anak, fotografi, dan video konten.
Selain itu, bazar ekonomi kreatif yang melibatkan 27 pelaku usaha lokal juga dibuka.