WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pembalap muda asal Spanyol, Augusto Fernandez, mendapat kesempatan langka untuk tampil sebagai pembalap wild card di ajang MotoGP Malaysia 2025 akhir pekan ini. Kesempatan ini menjadi momen berharga bagi sang juara dunia Moto2 2022 untuk kembali menunjukkan potensinya di level tertinggi setelah sempat absen dari grid utama musim ini.

Fernandez, yang sebelumnya membela tim GasGas Tech3, kini turun dengan status wild card bersama tim KTM Racing, menggantikan peran pengembangan motor yang ditinggalkan sementara oleh Dani Pedrosa. “Saya sangat bersemangat bisa kembali ke lintasan bersama KTM. Sepang adalah sirkuit yang menuntut banyak hal, tapi saya siap memberikan 100 persen,” ujar Fernandez dikutip dari laman resmi MotoGP, Jumat (24/10/2025).

Kesempatan tampil di Sepang disebut sebagai ujian penting bagi Fernandez untuk membuka peluang kembali ke grid utama musim depan. Dengan performa impresif pada sesi uji coba terakhir di Misano, KTM menilai sang pembalap layak mendapat kesempatan tampil di balapan resmi.

“Augusto telah menunjukkan progres luar biasa dalam memahami motor RC16. Kami ingin melihat bagaimana hasil kerja pengembangan itu ketika diterapkan di situasi balapan sebenarnya,” kata direktur teknis KTM, Fabio Sterlacchini.

Sirkuit Sepang dikenal sebagai salah satu trek paling menuntut fisik dan teknis di kalender MotoGP. Bagi Fernandez, ini akan menjadi ajang pembuktian bahwa ia tak kalah kompetitif dari pembalap reguler, apalagi di tengah absennya dua juara dunia, Marc Marquez dan Jorge Martin.

“Saya tidak datang hanya untuk mengisi posisi wild card,” tegas Fernandez. “Saya ingin bersaing, memahami ritme balapan lagi, dan menunjukkan bahwa saya masih layak berada di MotoGP.”

Dengan kombinasi semangat muda dan pengalaman teknis dari tim KTM, kehadiran Fernandez di Malaysia diprediksi akan menambah warna dalam persaingan akhir pekan ini. Tak sedikit penggemar yang menantikan apakah wild card ini akan menjadi awal kebangkitan karier Augusto Fernandez di MotoGP. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar