WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat langkah menuju daerah yang tangguh bencana dan berkelanjutan, melalui gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) atau Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Mandiri Indeks Ketahanan Daerah (IKD), Selasa (21/10/2025).
Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar ini dihadiri 54 peserta dari berbagai unsur, mulai dari SKPD, DPRD, TNI/Polri, Kemenag, hingga lembaga pendukung seperti PLN, PTAM Intan Banjar, Manggala Agni, PMI, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.
Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, H. Ikhwansyah, menegaskan perhitungan IKD bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan refleksi komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang tangguh menghadapi risiko bencana.
“Indeks Ketahanan Daerah dengan 71 indikator ini bukan hanya alat ukur, tapi cerminan dari seberapa siap kita membangun daerah yang kuat menghadapi tantangan. Hasilnya akan menjadi dasar perencanaan program dan anggaran pembangunan tahun 2026,” ujarnya.
Ikhwansyah menjelaskan, peningkatan nilai IKD berbanding terbalik dengan Indeks Risiko Bencana (IRB), semakin tinggi ketahanan daerah, semakin kecil potensi risiko yang dihadapi.
“Ada hubungan langsung antara IKD dan IRB. Ketika ketahanan meningkat, otomatis risiko bencana menurun. Karena itu, proses perhitungan hari ini sangat krusial untuk arah pembangunan kita ke depan,” tegasnya.

