WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat langkah menuju daerah yang tangguh bencana dan berkelanjutan, melalui gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) atau Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Mandiri Indeks Ketahanan Daerah (IKD), Selasa (21/10/2025).

Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar ini dihadiri 54 peserta dari berbagai unsur, mulai dari SKPD, DPRD, TNI/Polri, Kemenag, hingga lembaga pendukung seperti PLN, PTAM Intan Banjar, Manggala Agni, PMI, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.

Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, H. Ikhwansyah, menegaskan perhitungan IKD bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan refleksi komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang tangguh menghadapi risiko bencana.

Baca Juga TERUNGKAP FAKTA BARU! Puluhan Siswa SMPN 33 Banjarmasin yang Diduga Keracunan, Ternyata Belum Meyentuh Menu MBG!

"Indeks Ketahanan Daerah dengan 71 indikator ini bukan hanya alat ukur, tapi cerminan dari seberapa siap kita membangun daerah yang kuat menghadapi tantangan. Hasilnya akan menjadi dasar perencanaan program dan anggaran pembangunan tahun 2026," ujarnya.

Ikhwansyah menjelaskan, peningkatan nilai IKD berbanding terbalik dengan Indeks Risiko Bencana (IRB), semakin tinggi ketahanan daerah, semakin kecil potensi risiko yang dihadapi.

"Ada hubungan langsung antara IKD dan IRB. Ketika ketahanan meningkat, otomatis risiko bencana menurun. Karena itu, proses perhitungan hari ini sangat krusial untuk arah pembangunan kita ke depan," tegasnya.

Ikhwansyah juga meminta seluruh pihak menjaga akurasinya data dan memastikan setiap indikator dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ia menekankan agar hasil FGD tidak berhenti sebagai laporan semata, tetapi menjadi rencana aksi konkret dengan target waktu yang jelas.

"Saya minta hasil rapat ini tidak berhenti di meja laporan. Harus ada action plan nyata, dengan timeline yang terukur untuk mempercepat peningkatan ketahanan daerah," tambahnya.

Selain itu, Ikhwansyah menyoroti peran penting BPBD dalam menjaga konsistensi data dan penguatan kapasitas masyarakat.

"Beberapa indikator seperti kemampuan evakuasi dan efektivitas sistem peringatan dini disebutnya masih memerlukan perhatian serius," imbuhnya.