Genjot Ketahanan Pangan! Pemkab HST Cetak 385 Ha Sawah Baru dan Kembangkan Jagung di Lima Kecamatan

WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tak main-main dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah. Melalui program unggulan Cetak Sawah Rakyat (CSR), Pemkab HST bersama TNI dan pihak swasta terus mengebut perluasan lahan pertanian baru sebagai benteng ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian HST, Wardani, menegaskan bahwa target program CSR tahun 2025 mencapai 1.674 hektare, dengan realisasi sementara sudah menembus 385 hektare hingga Oktober 2025.

“Dari total itu, 200 hektare berada di kawasan Perumahan Barabai, dikerjakan langsung oleh TNI secara swakelola. Sebanyak 157 hektare di antaranya sudah rampung tahap land clearing dan ditargetkan tuntas akhir tahun ini,” jelas Wardani kepada wartabanjar.com, Selasa (21/10/2025).

Sementara itu, 185 hektare lainnya berada di Desa Awang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, yang dikelola oleh PT Pasifik Trans Indonesia. Saat ini, sekitar 160 hektare sudah memasuki tahap pengolahan lahan intensif.

Wardani menambahkan, pelaksanaan CSR mendapat pendampingan langsung dari Dinas Pertanian dan unsur TNI di lapangan, termasuk penyediaan alsintan, bibit unggul, pupuk, dan kapur pertanian yang bersumber dari Kementerian Pertanian RI.

“Tidak ada hambatan berarti di lapangan. Semua berjalan baik berkat kolaborasi dan semangat gotong royong,” ujarnya optimistis.

Kembangkan Jagung untuk Pangan dan Pakan

Tak hanya fokus pada cetak sawah, Pemkab HST juga mengembangkan tanaman jagung sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan dan pemenuhan kebutuhan pakan ternak lokal. Program ini dijalankan bersama Polri dan para kelompok tani di lima kecamatan: Batang Alai Timur, Batang Alai Utara, Pandawan, Haruyan, dan Hantakan.

Baca Juga :   Hampir Dua Pekan Banjir Rendam Kelampayan Tengah, Warga Bertahan Tanpa Mengungsi

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca