Luhut mengaku menerima penugasan langsung dari Presiden Jokowi untuk melanjutkan pembangunan proyek KCJB di akhir 2019. Mulai soal pembebasan lahan, koordinasi yang tidak bagus, hingga kesulitan pendanaan akibat pandemi COVID-19.
“Tentu tidak heran banyak pihak yang pesimis proyek ini bisa diselesaikan. Tapi saya ingin melaporkan Presiden, Bapak memberikan semangat kepada kami untuk menyelesaikan kereta api ini,” kata Luhut.
Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu langsung melontarkan sindiran tajam kepada Luhut, lewat akun media sosial (medsos). “Mulai buang badan. Hahaha. Ada yang mulai buang badan,” tulis Said Didu, dikutip Minggu (19/10/2025).
Sementara, pakar komunikasi Hendri Satrio menilai, pernyataan Luhut justru membuka tabir lama tentang bagaimana proyek strategis nasional itu dikelola di masa pemerintahan sebelumnya. “Pernyataan Luhut justru membuka tabir ‘busuk’ pemerintahan sebelumnya,” kata Hensat, sapaan akrabnya lewat akun pribadinya di medsos X.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI) sebagai pemegang saham mayoritas konsorsium Kereta Whoosh, mencatat sejumlah kerugian. Beberapa angka kerugian yang dilaporkan per Juni 2025 (Semester I-2025) adalah:
- Kerugian bersih yang dikontribusikan ke KAI mencapai Rp951,48 miliar per Juni 2025.
- Kerugian total PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium BUMN yang menggenggam saham mayoritas di PT KCIC, sebesar Rp1,625 triliun di paruh pertama 2025.
- Kerugian dalam setahun terakhir (Semester II 2024 dan Semester I 2025) yang dibebankan ke KAI, diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun.
- Kerugian mencapai Rp2,69 triliun dalam satu tahun kalender 2024.
- Kerugian PSBI pada tahun 2024 disebut mencapai lebih dari Rp4 triliun.
(Wartabanjar.com/inilah.com)
Editor Restu







