Selain itu, jelas dia, para guru dan manajemen sekolah juga mendapat pendampingan khusus, baik secara daring maupun tatap muka.
Zulkipli berharap, status Sekolah Garuda dapat membuka peluang lebih luas bagi peserta didik untuk berkompetisi di tingkat global.
“Kami berharap siswa-siswi yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan bisa melanjutkan pendidikan ke negara-negara maju,” katanya.
Sejak berdiri pada 2011, SMAN Banua dilengkapi dengan fasilitas pendidikan modern, seperti laboratorium biologi, laboratorium bahasa, fasilitas olahraga, asrama, serta lingkungan belajar yang disiplin dan kondusif.
Program Sekolah Garuda sendiri merupakan inisiatif Kemdikti Saintek untuk membangun ekosistem pendidikan menengah unggul berbasis sains, teknologi, inovasi, dan penguatan karakter.
Melalui pendekatan ini, pemerintah berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu menjawab tantangan abad ke-21 yang ditandai percepatan teknologi dan kompetisi global.
Dengan model pendidikan berasrama (boarding school), Sekolah Garuda menerapkan kurikulum nasional yang diperkuat dengan standar global, termasuk metode research-based learning, pembelajaran berbasis teknologi digital, serta kolaborasi internasional.
Selain itu, program ini menegaskan prinsip pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui pemberian beasiswa penuh bagi siswa-siswa berprestasi dari seluruh Indonesia.
Seleksi dilakukan secara kompetitif dan transparan berdasarkan prestasi akademik, potensi kepemimpinan, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.(wartabanjar.com/infopublik)
Editor Restu







