Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News pada Sabtu (11/10/2025), Machado membuat pernyataan mengejutkan: ia mendedikasikan Hadiah Nobel Perdamaian yang diterimanya untuk rakyat Venezuela dan Donald Trump.
“Ia pantas mendapatkannya,” ujar Machado memuji Trump.
“Karena bukan hanya telah berperan menyelesaikan delapan konflik perang dalam beberapa bulan, tapi juga tindakannya membawa Venezuela ke ambang kebebasan.”
Trump Balas Pujian: “Dia Orang yang Baik”
Dari Washington, Presiden ke-47 AS Donald Trump membenarkan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Machado melalui sambungan telepon.
“Orang yang sebenarnya mendapat Hadiah Nobel menelepon hari ini dan berkata, ‘Saya menerima ini untuk Anda,’” ungkap Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (10/10/2025).
Trump bahkan menyebut Machado sebagai sosok yang “sangat baik dan berani.”
“Saya tidak bilang, ‘Kalau begitu berikan saja pada saya,’ tapi saya rasa dia mungkin akan melakukannya. Dia sangat baik,” kata Trump dengan gaya khasnya.
Sementara itu, Gedung Putih lewat juru bicara Steven Cheung menyindir Komite Nobel Norwegia karena tidak memilih Trump sebagai penerima penghargaan.
“Komite Nobel membuktikan bahwa mereka lebih memilih politik daripada perdamaian. Presiden Trump akan terus membuat kesepakatan damai dan menyelamatkan nyawa,” tulisnya di platform X.
Pernyataan saling serang ini memicu reaksi keras di dunia internasional. Sebagian pihak menganggap penghargaan kepada Machado sebagai simbol kemenangan demokrasi, sementara kubu pendukung Maduro menilai Nobel kali ini sarat kepentingan politik Barat.
