“Saya bangga dengan kemampuan saya beradaptasi dan tetap bersaing di kondisi yang tidak mudah. Cuaca di sini lembap dan berat, tapi kami bisa menemukan cara untuk bermain lebih baik,” kata Pegula.
Meski Sabalenka unggul 8-2 dalam rekor pertemuan, Pegula sempat mencuri set pertama di semifinal US Open bulan lalu. Empat dari enam set terakhir mereka juga berakhir dengan skor ketat 7-5, menandakan laga ini bakal berlangsung panas sejak awal.
Dengan gaya agresif Sabalenka dan ketenangan Pegula yang matang, semifinal Wuhan Open 2025 dipastikan bakal menjadi pertarungan strategi dan mental dua raksasa tenis wanita dunia sekaligus ajang pembuktian siapa yang layak melangkah ke final turnamen bergengsi ini. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar













