“Jadi di sini untuk dewan juri dan juga panitia itu tidak tahu menahu dalam pembuatan soal yang akan diberikan kepada peserta, karena SC pusat yang membuat soalnya,” ucap Dr Rusdi.
“Untuk kejadian seperti ini juga hampir terjadi disetiap MTQ yang sebelum-sebelumnya,” tambahnya.
Kendati demikian, tutur Dr Rusdi, hal ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan MTQMN yang selanjutnya, agar dapat menjadi lebih baik lagi.
“Kemarin WR III juga sudah menyampaikan juga kejadian ini kepada panitia pusat, agar soal tidak lagi berpola seperti itu, yang mengambil dari soal-soal MTQMN sebelumnya,” tutur Dr Rusdi.
Ia juga mengatakan, pihaknya sebagai tuan rumah yang menyelaggarakan MTQMN tersebut, lebih fokus dan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik, agar para peserta yang hadir merasa nyaman saat mengikuti MTQMN ke XVIII yang digelar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan apresiasi yang tinggi dari banyak peserta, lantaran pelayanan yang kita berikan selama berjalannya ajang tersebut berjalan dengan baik dan nyaman,” katanya.
Untuk memastikan MTQMN ini berjalan dengan aman dan adil, beber Dr Rusdi, pihaknya juga telah menyediakan fasilitas siaran langsung disetiap venue lomba, sehingga dapat disaksikan semua orang yang ada diluar venue lomba.
“Itu kita lakukan sebagai bentuk integritas dan trasparansi panitia kepada peserta, agar tidak ada keraguan selama prosesnya berjalan,” bebernya.
“Jadi para peserta dan yang lainnya dapa melihat siaran tersebut, dan dapat mengajukan keberatan apabila terjadi hal yang dianggap tidak benar. Kemarin juga ada sempat beberapa protes atau keberatan termasuk video yang beredar tersebut, namun sudah kita selesaikan semuanya secara kekeluargaan,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/iqnatius)
Editor Restu







