Proses pendaftarannya, kata Tedja, dilakukan secara online, namun seleksinya cukup ketat. Peserta wajib melalui tes jasmani, psikologi, dan wawancara sebelum dinyatakan lolos.
“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini bisa mendapatkan hasil terbaik dan tentu saja pekerjaan tetap,” tuturnya dengan penuh harapan.
Program pelatihan ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Banjarbaru menekan angka pengangguran yang pada tahun 2024 masih mencapai 4,93 persen. Melalui pembekalan langsung di bidang-bidang kerja potensial, pemerintah berharap peserta seperti Tedja dapat naik kelas dari pencari kerja menjadi tenaga kerja siap pakai.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad







