Menariknya, keputusan Aldila untuk berpasangan dengan Janice di Suzhou baru diambil setelah ia gagal lolos di babak pertama WTA 1000 China Open di Beijing bersama Irina Khromacheva. “Setelah dari Beijing, saya langsung memutuskan bermain di Suzhou dan berduet dengan Janice karena jadwalnya cocok,” tutur petenis berusia 30 tahun itu.
Bagi Janice, kesuksesan di sektor ganda menjadi pencapaian tersendiri setelah langkahnya terhenti di babak pertama nomor tunggal. Petenis berusia 23 tahun itu sebelumnya berhasil lolos ke babak utama lewat dua kemenangan straight set di kualifikasi.
Kemenangan ini menambah catatan positif kolaborasi Aldila dan Janice. Sebelumnya, keduanya pernah menjadi runner-up di ITF W35 Arcadia awal tahun ini dan menyumbangkan medali perunggu Asian Games Hangzhou 2023. Raihan gelar WTA 125 Suzhou kali ini menjadi bukti bahwa ganda putri Indonesia mampu bersaing di level elite dan siap menembus turnamen WTA Tour yang lebih bergengsi. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







