Kendala pada pengereman dan stabilitas ini bukan kali pertama dialami Bagnaia. Ia menyebut masalah yang sama sudah menjadi “penyakit kambuhan” sepanjang musim 2025, dan hingga kini Ducati belum menemukan solusi yang tepat.
Padahal, performa Pecco sempat terlihat menjanjikan sepekan sebelumnya ketika berhasil meraih kemenangan di GP Jepang, Sirkuit Motegi (28/9). Namun, kondisi serupa kembali terulang di Mandalika.
“Terkadang saya mempunyai akhir pekan seperti ini. Minggu lalu saya beruntung karena dalam kondisi serupa masih bisa menang,” ucap Bagnaia.
Kini, Pecco harus bersiap menghadapi tantangan lebih besar di balapan utama MotoGP Indonesia 2025 pada Minggu (5/10). Ia akan memulai race dari posisi ke-16, dan perlu strategi matang jika ingin kembali ke jalur perebutan podium. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







