Krisis Moral Remaja Mengkhawatirkan! KNPI Tanah Laut Gencar Bekali Siswa dengan Edukasi Seksual
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI — Fenomena krisis moral di kalangan remaja kini menjadi perhatian serius. Untuk mencegah semakin maraknya perilaku pergaulan bebas, puluhan pelajar SMA di Kota Pelaihari mengikuti seminar pendidikan seks yang digelar oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tanah Laut (Tala) di Aula SMKN 1 Pelaihari, Sabtu (4/10/2025) pagi.
Mengusung tema “Kenali Tubuhmu, Jaga Masa Depanmu”, kegiatan ini dirancang agar para pelajar memahami pentingnya edukasi seksual dan kesehatan reproduksi di luar jam pelajaran sekolah.
Acara tersebut menghadirkan dua psikolog berpengalaman dari Dinas P3AP2KB Tala sebagai narasumber utama. Turut hadir pula Kepala Bidang PPA Dinas P3AP2KB Tala, Nuriba Kasihani, Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Tala, Hj. Wahidah, serta jajaran pengurus KNPI Tala.
BACA JUGA: DETIK-DETIK Emak Emak Tewas Mengenaskan Terlindas Truk BBM PT IKA di Jalan Gubernur Soebarjo
Ketua Panitia Pelaksana dari Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Haulin Madina, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen KNPI Tala dalam membentuk generasi muda yang berpengetahuan dan berakhlak baik.
“Tujuan utama seminar ini adalah memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, pubertas, dan bahaya pergaulan bebas. Kami ingin para pelajar membangun masa depan dengan pemahaman yang benar tentang tubuh dan tanggung jawab diri,” jelas Haulin.
Sementara itu, Ketua KNPI Tala, Andri Pebriyan Noor, menyoroti meningkatnya kasus pergaulan bebas di kalangan remaja yang berpotensi menimbulkan fenomena pernikahan dini dan degradasi moral.
“Edukasi seksual sejak dini bukan tabu, melainkan kebutuhan. Remaja harus tahu batasan diri dan berani bertanya jika tidak paham. Ilmu yang diperoleh hari ini jangan disimpan sendiri, bagikan kepada teman lain, karena teman yang baik adalah yang saling mengingatkan,” tegas Andri.
Ia juga menambahkan bahwa pernikahan usia dini membawa berbagai dampak negatif, mulai dari risiko kesehatan reproduksi, gangguan psikologis, putus sekolah, hingga tekanan ekonomi dan sosial.