Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tanah Laut, Eko Trianto, menyambut gembira realisasi program ini. Ia bahkan menyebut bahwa program serupa sudah lama diidam-idamkan oleh dinasnya, namun selalu kandas dalam pembahasan anggaran.
“Tentunya dengan adanya program unggulan ekonomi produktif ini, bak dicinta ulam tiba, Pak. Karena sebelumnya mulai tahun 2023, 2022 bahkan, kami sudah ingin ada program seperti ini.
Kami sudah mengusulkan waktu itu bahkan sudah ber-TS, tetapi begitu masuk pembahasan, angkanya nol, Pak,” ungkap Eko Trianto di hadapan Bupati.
Pada tahap awal di penghujung tahun 2025 ini, bantuan disalurkan kepada 21 penerima manfaat dengan delapan jenis usaha berbeda, mulai dari servis elektronik, bengkel, penjual makanan, hingga penjual buah.
Eko berharap, program ini dapat mengubah pola bantuan dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif, sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Harapan kami nanti dengan adanya program unggulan Pak Bupati, kita bisa melakukan transformasi bantuan.
Nanti akan dipisahkan dari bantuan konsumtif ke ekonomi produktif, Sehingga tingkat pendapatannya bisa lebih meningkat dan kami bisa menyasar ke strategi yang kedua dari strategi kemiskinan,” jelasnya.
Sebagai penutup, Eko Trianto menyampaikan harapannya melalui sebuah pantun.
“Menanam padi di tanah basah,
Hasil panennya sungguh berlimpah.
Usaha ekonomi produktif perorangan jadi dukungan yang nyata dan berkah,
Semoga anggaran ke depannya bisa bertambah,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







