Saidi menegaskan program bioflok ini tidak hanya menargetkan hasil panen lokal, namun juga memiliki potensi untuk berkembang ke pasar ekspor, khususnya untuk jenis ikan Nila dan Patin yang memiliki pertumbuhan cepat dan nilai jual tinggi.
“Tujuan utamanya tentu untuk menyejahterakan masyarakat dan menumbuhkan ekonomi. Kami di Pemerintah Daerah siap mengawal agar program ini tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang ke skala yang lebih luas,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai pemanfaatan pekarangan rumah warga, Bupati Banjar menyatakan bioflok dapat diadaptasi di berbagai kondisi lahan desa, dengan ukuran kolam yang fleksibel.
“Mudah-mudahan ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di desa-desa lain, sesuai dengan peraturan daerah yang ada,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







