Selain bantuan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menekankan pentingnya komitmen siswa penerima manfaat agar tidak berhenti sekolah.
“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Proses verifikasi dilakukan berjenjang mulai dari sekolah hingga ke pemerintah provinsi. Tujuannya agar penerima manfaat adalah siswa yang benar-benar membutuhkan,” ucap Galuh Tantri.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga perlu kolaborasi antara sekolah, masyarakat, lembaga swasta, hingga penggerak pendidikan di daerah.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kami mohon dukungan seluruh pihak agar program Bapak Gubernur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kalsel berjalan baik dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui, total anggaran yang dialokasikan Pemprov Kalsel untuk program BSKM tahun ini mencapai Rp11 miliar lebih. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







