WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Warganet dihebohkan dengan kabar telur bantuan Posyandu di Desa Tundi, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, yang disebut-sebut dijual kembali oleh kader posyandu. Postingan itu mendadak viral di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat.
Namun, isu tersebut akhirnya diluruskan langsung oleh Kepala Desa Tundi, Arif. Ia membenarkan ada 8 kilogram telur yang dikembalikan ke warung, tetapi menegaskan telur itu bukan untuk diperjualbelikan.
“Memang benar ada telur 8 kilogram dari posyandu yang dikembalikan ke warung. Tapi itu bukan dijual, melainkan dikembalikan karena pemiliknya saat pembagian tidak hadir,” jelas Arif, Senin (30/9/2025).
Bukan Dijual
Arif menegaskan, telur bantuan awalnya memang dibagikan kepada warga penerima manfaat. Namun, karena ada warga yang tidak hadir saat pembagian, kader posyandu memilih mengembalikan telur itu ke warung agar tetap aman.
“Alasannya sederhana, kader takut telur itu cepat rusak. Jadi dikembalikan ke warung untuk dijadikan stok pada posyandu berikutnya. Tidak ada maksud untuk diperjualbelikan,” tegasnya.
Selain pembagian telur, Pemerintah Desa Tundi juga rutin menyalurkan susu untuk balita dan lansia melalui kegiatan posyandu. Arif berharap, dengan adanya klarifikasi ini masyarakat bisa memahami fakta sebenarnya.
“Kami ingin meluruskan supaya warga tidak terpengaruh isu yang berkembang di media sosial,” pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pelajaran bahwa informasi viral di media sosial sering kali belum tentu sesuai fakta. Publik diimbau lebih bijak dalam menyikapi kabar yang beredar.(Wartabanjar.com/Alfi)

