Ia mengingatkan bahwa kekuatan seorang karateka tidak hanya diukur dari teknik dan fisik, tetapi juga dari kemampuannya memegang teguh filosofi sumpah karateka dalam setiap pertandingan.
“Filosofi sumpah karateka harus menyatu dengan latihan fisik dan teknik. Dari sinilah kita berharap lahir generasi karateka yang tangguh, terampil, berakhlak mulia, dan mampu menjaga sportivitas,” tegasnya.
Diikuti oleh para karateka dari berbagai kabupaten dan kota, kejuaraan ini menjadi barometer penting untuk pembinaan atlet muda di Kalimantan Selatan.
Lebih jauh lagi, Bupati Cup 2025 diposisikan sebagai ajang pemanasan strategis jelang perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan datang, di mana Tanah Laut akan menjadi tuan rumah.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







