Dihantam Kritik, Dituding Hambat Perdamaian
Namun, sikap keras Netanyahu justru memicu gelombang kritik. Oposisi Israel menyebut pidato itu penuh retorika kosong dan gagal menawarkan solusi nyata.
“Pidato itu lelah, merengek, dan penuh gimmick basi,” sindir Yair Lapid, pemimpin oposisi Israel.
Di sisi lain, laporan USAID pada Juni 2025 justru membantah klaim Netanyahu soal Hamas menjarah bantuan. Fakta ini makin memperkuat tuduhan internasional bahwa Israel sengaja menciptakan krisis kemanusiaan di Gaza.
Isolasi Diplomatik Menguat
Netanyahu mencoba menampilkan Israel sebagai “perisai dunia Barat” lewat konsep perang tujuh front, namun respons dunia justru makin dingin. Banyak yang menilai pidatonya gagal mengubah persepsi global, bahkan semakin menegaskan isolasi diplomatik Israel.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







