Sementara itu, Kepala Puskesmas Banjar 2, dr Devi Utari, memberikan klarifikasi. Ia mengaku saat kejadian sedang ada banyak kegiatan di puskesmas. Tiba-tiba, datang seorang pria yang mengaku Bhabinkamtibmas Desa Neglasari dan meminta ambulans segera dipinjamkan.
“Saya wajar dong bertanya dulu asal dan kepentingannya. Dia hanya bilang ada warga pingsan di desa dan pokoknya harus minjam ambulans,” jelas Devi.
Kasus ini pun memicu perdebatan panas antara pihak desa, polisi, dan puskesmas soal benturan aturan SOP dengan kebutuhan darurat kemanusiaan. Warga berharap kejadian serupa tidak lagi terulang, sebab setiap detik dalam kondisi gawat darurat bisa menyelamatkan nyawa.(Wartabanjar.com/feedgramindo/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







