VIDEO – Fenomena Tepuk Sakinah, Solusi Edukatif atau Hanya Gimmick?

‎Namun, di balik nuansa ceria, kritik muncul. Pertama, ada kekhawatiran materi menjadi superfisial. Menghafal yel-yel tidak otomatis membuat pasangan mampu menyelesaikan konflik rumah tangga nyata seperti masalah ekonomi, komunikasi, atau perbedaan visi.

‎Kedua, sebagian calon pengantin merasa metode ini canggung dan terlalu dipaksakan. Tidak semua orang nyaman harus menepuk tangan atau bersorak di depan umum, apalagi untuk hal yang mestinya sakral.

‎Ketiga, efektivitasnya belum terbukti. Hingga kini, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa Tepuk Sakinah mampu menekan angka perceraian atau meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Viral di TikTok bukan berarti berdampak nyata di kehidupan setelah menikah.

‎Meski begitu, Tepuk Sakinah juga tidak bisa dipandang remeh. Ia membuka ruang bahwa bimbingan pranikah bisa dikemas lebih interaktif dan generasi-friendly.

‎Karena pada akhirnya, membangun keluarga sakinah bukan perkara yel-yel dan tepukan tangan semata. Ia butuh komitmen, keterampilan komunikasi, pengelolaan emosi, manajemen keuangan, hingga kesiapan mental menghadapi masalah.

‎Tepuk Sakinah adalah ide baik, tapi jangan sampai berhenti di panggung media sosial. Ia perlu diiringi pendalaman, pendampingan, dan evaluasi nyata agar benar-benar melahirkan keluarga sakinah yang diidamkan.
‎(Wartabanjar.com/vri/berbagai sumber)

tepuksakinah #viral #calonpengantin #bimbinganpranikah #kua #wartabanjar