“Tadi sempat gugup, tapi saya berusaha meyakinkan diri bahwa insyaallah bisa melewati jalur-jalur yang ada,” imbihnya.
Sementara itu, Syifa Nur Azizah yang tercatat sebagai mahasiswi Uniska Banjarmasin menegaskan raihan ini bukan sekadar prestasi pribadi.
“Setiap kali hampir menyerah, saya selalu ingat tujuan: ingin membawa nama daerah saya setinggi mungkin. Itu yang membuat saya terus berjuang,” ujarnya.
Pelatih panjat tebing Kalsel, Lovi Heriyandi menyampaikan, rasa syukur dan bangga atas capaian anak asuhnya. Menurutnya, dua medali perak ini adalah hasil kerja keras, disiplin, serta dukungan berbagai pihak.
“Semoga ini menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus berjuang membawa nama daerah. Pencapaian ini juga menambah semarak perjuangan kontingen Banua di POMNAS XIX yang masih akan bertanding di beberapa nomor lagi,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/iqnatius)
Editor Restu







