Oleh: James Doni Kurniawan – Peneliti Partai Politik di Indonesia
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah bersiap menghadapi muktamar penting yang akan menentukan arah masa depan partai. Salah satu nama yang mencuat sebagai calon Ketua Umum adalah Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, tokoh yang dikenal memiliki kombinasi kuat antara kapasitas intelektual dan pengalaman politik praktis.
Figur Akademisi dan Politisi Berpengalaman
Prof. Husnan bukanlah sosok asing di lingkungan PPP. Ia telah lama berkecimpung dalam dunia politik nasional, dengan latar belakang akademisi bergelar profesor yang memperkuat kemampuannya dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan analisis. Pengalaman di DPR serta jabatan strategis di internal PPP menjadikannya kandidat yang memahami betul dinamika partai dan tantangan politik nasional.
Tantangan Pasca-Pemilu dan Harapan Reformasi
PPP saat ini menghadapi tekanan besar pasca hasil Pemilu 2024 yang dinilai kurang optimal. Dibutuhkan pemimpin yang mampu melakukan konsolidasi internal, meredam friksi, dan mengembalikan soliditas partai. Husnan Bey Fananie dinilai memiliki bekal tersebut, namun tantangan utamanya adalah membawa perubahan nyata, bukan sekadar pergantian figur.
Transformasi total diperlukan untuk meremajakan citra PPP, menarik pemilih muda, dan kembali ke akar perjuangan partai yang pro-umat dan berintegritas. Ini menuntut energi, inovasi, dan keberanian keluar dari zona nyaman.
Figur Pemersatu di Tengah Faksi Internal
Salah satu ujian terbesar bagi Husnan adalah kemampuannya merangkul semua faksi di dalam PPP. Ketua Umum ideal bukanlah representasi satu kelompok, melainkan pemersatu seluruh kader. Keberhasilan kepemimpinannya akan bergantung pada kemampuan membangun komunikasi lintas faksi dan mengembalikan kepercayaan internal.

