Lebih dari itu, kegiatan diinisiasi oleh Kerukunan Keluarga Jawa Timur di Kalsel ini sangatlah strategis, karena dirangkai dengan gathering penguatan pasar antardaerah.
Terakhir, disampaikan harapan Gubernur H Muhidin, momentum ini mampu mempererat tali persaudaraan dan memperkuat kerjasama ekonomi antardaerah, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sangat banyak persamaan sosial antara masyarakat Kalsel dengan Jatim dari berbagai bagai aspek.
Sinergi antara Kalsel dan Jatim akan semakin dikuatkan dengan format yang beragam, tidak semata-mata bersifat seremonial.
Acara yang awali suguhan Tari Jaranan Ponorogo ini turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Miftahul Chair, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalsel Agus Maio, Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda, tokoh masyarakat Jatim, dan forkopimda atau yang mewakili.
Ketua Paguyuban Warga Jawa Timur di Kalsel, Edy Sucipto menyebut, tujuan kegiatan untuk mempererat silaturrahmi warga Jatim di Kalsel dan menjalin komunikasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha.
Tujuan lain, mendukung penguatan pasar antardaerah, membangun solidatas sosial dan budaya agar warga Jatim diperantauan merasa dekat dengan warga setempat. (Wartabanjar.com/sal/adpim)
Editor Restu







