Proses evakuasi berjalan dramatis, dengan petugas kepolisian, TNI, dan relawan bergotong royong mengeluarkan korban dari dalam bus yang ringsek.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara, sistem pengereman bus gagal berfungsi. Unit kendaraan sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara sopir juga dimintai keterangan.
Polisi menegaskan akan melakukan investigasi menyeluruh, termasuk soal kelayakan teknis bus dan manajemen perusahaan otobus yang mengoperasikannya.
Jalur wisata Gunung Bromo memang dikenal rawan kecelakaan karena kontur jalan menurun curam dan berliku. Warga sekitar menyebut kecelakaan bus di Desa Boto bukan kali pertama terjadi.
Kini, suasana duka menyelimuti keluarga korban yang sebagian besar berasal dari Jember. Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan keras soal pentingnya keselamatan transportasi wisata di jalur rawan kecelakaan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

