Nilai kebhinnekaan itu, lanjutnya, perlu terus dihidupkan lewat ruang-ruang digital seperti WhatsApp group, TikTok, maupun platform media sosial lainnya.
“Kalau ada komunitas Gen Z yang belum tahu Pancasila, atau bahkan menentang relevansinya, maka harus disampaikan dengan cara yang baik, bahwa Pancasila adalah kesepakatan bersama, fondasi negara yang menjamin persatuan dan keutuhan bangsa,” sambungnya.
Prakoso juga mengingatkan agar generasi muda menjaga konsistensi nilai kebangsaan agar tidak tergerus oleh paham lain yang bertentangan dengan Pancasila.
“Di era digital ini, teladan itu penting. Kita harus saling menguatkan dan menjaga kebhinnekaan agar tetap utuh,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Ramadan)
Editor: Yayu







