WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kekalahan Persis Solo dari Persijap Jepara di Stadion Manahan, Sabtu (13/9), langsung menjadi bahan perbincangan. Bukan karena skor semata, melainkan karena pengakuan pelatih Peter de Roo mengenai strategi yang gagal berjalan.
Manajemen klub menginvestasikan anggaran besar untuk musim 2025/2026, dengan target finis di papan atas klasemen. Namun, hasil minor dengan catatan tiga kekalahan, satu seri, dan satu kemenangan menimbulkan sorotan terhadap pola permainan tim.
Peter menilai anak asuhnya kehilangan banyak bola, kurang tajam dalam serangan balik, dan tidak efektif mengeksekusi peluang. Meski demikian, ia enggan menyalahkan pemain dan menyebut lini depan sudah berusaha maksimal meski minim suplai bola.
“Sejujurnya, kami kecewa besar. Tim harus lebih fokus dan agresif untuk memperbaiki hasil berikutnya,” ungkap Peter, Minggu (14/9).
Kekalahan ini membuat Persis Solo turun ke peringkat ke-17 klasemen sementara BRI Super League musim ini. Kondisi tersebut memicu desakan suporter agar tim segera berbenah sebelum tren negatif semakin sulit dipulihkan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar
