Habib Taufani menegaskan, UMKM Tabalong bukan hanya siap bersaing di tingkat lokal, tapi juga nasional bahkan internasional. Salah satu buktinya, produk sambal lokal sudah berhasil menembus pasar Dubai, Uni Emirat Arab.
“Produk UMKM kita sudah layak go internasional, baik dari segi kualitas maupun kemasan. Tinggal bagaimana kita terus memfasilitasi,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui ada tantangan dari sisi distribusi karena posisi geografis Tabalong yang cukup jauh. Ia berharap, keberadaan bandara dan fasilitas kargo ke depan bisa menjadi solusi agar produk UMKM lebih cepat tersebar ke berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya kualitas produk, terutama soal sertifikasi. Tabalong kini bekerja sama dengan BPOM dan lembaga terkait untuk memastikan produk UMKM memiliki izin edar resmi serta sertifikat halal.
“Pemerintah sudah siapkan anggaran melalui Dinas Perindustrian dan Koperasi agar pelaku UMKM bisa difasilitasi mendapat sertifikasi BPOM maupun halal,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Tabalong bersama mitra besar seperti PT Adaro akan fokus mengembangkan potensi di tiga wilayah utama: Utara, Tengah, dan Selatan. Hasilnya akan ditampilkan dalam berbagai event promosi untuk semakin memperkuat brand UMKM Tabalong.(wartabanjar.com/HRD)
editor: nur muhammad







