Mantan Presiden AS Donald Trump langsung mengumumkan kabar duka itu di media sosialnya. Ia memuji Kirk sebagai “sosok hebat, legendaris, dan martir kebebasan.” Trump bahkan menuding retorika radikal sayap kiri sebagai biang pembunuhan itu.
Pihak kampus segera mengevakuasi mahasiswa dan menutup seluruh aktivitas. Kelas dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan. Petugas bersenjata dikerahkan, mengetuk pintu-pintu gedung, bahkan menunjukkan foto calon terduga untuk mencari jejak pelaku.
Siapa Charlie Kirk?
Charlie Kirk dikenal luas sebagai pendiri Turning Point USA, organisasi politik konservatif. Ia kerap menjadi figur kontroversial karena membela Israel habis-habisan, mendukung kebijakan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem pada 2018, serta berdebat panas dengan mahasiswa terkait perang Gaza.
“Saya pro-Israel, Kristen evangelis, konservatif, pendukung Trump, dan seumur hidup membela Israel,” ujar Kirk saat berkunjung ke Kedubes AS di Yerusalem, 2019.
Kini, sosok vokal itu telah tiada—meninggalkan jejak kontroversi, perdebatan, sekaligus luka politik Amerika yang makin dalam.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad






