Gaya Balap Jorge Martin: Agresif di Ducati, Lebih Halus Bersama Aprilia

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Musim MotoGP 2025 menjadi titik penting dalam karier Jorge Martin, setelah ia memutuskan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Aprilia Racing. Namun, transisi ini tak berjalan mulus. Dari dominasi yang nyaris sempurna musim lalu, Martin kini tengah beradaptasi dengan karakter motor yang sangat berbeda dari apa yang ia kuasai sebelumnya.

Sejak era Ducati, Martin dikenal sebagai pembalap dengan gaya agresif dan eksplosif, mengandalkan kekuatan pengereman keras dan akselerasi brutal di tikungan. Ducati Desmosedici memang mendukung gaya itu stabil saat late braking, cepat keluar tikungan, dan kuat di trek lurus. Namun di Aprilia, gaya balap seperti itu justru menjadi bumerang.

Perbedaan Karakter Motor: Ducati vs Aprilia

Ducati Desmosedici:
Pengereman kuat, tapi lebih forgiving saat late braking.
Akselerasi eksplosif keluar tikungan.
Cocok untuk gaya membalap agresif ala Jorge Martin.
Stabil di trek lurus.

Aprilia RS-GP:
Kekuatan utama ada di pengereman dan entry corner.
Lebih sensitif terhadap agresivitas, terutama saat akselerasi.
Menuntut gaya balap halus dan presisi, bukan meledak-ledak.
Motor “lebih bergerak” saat dipaksa melampaui batas.

Martin menyadari bahwa untuk kompetitif dengan Aprilia, ia harus menyesuaikan ritme, bukan memaksakan gaya lamanya.