Lebih lanjut, Jarkawi menyatakan bahwa MTQ adalah ajang syiar Islam yang harus dimaknai sebagai momen meningkatkan kecintaan terhadap Al quran, bukan sekadar kompetisi.
“Kalau soal hasil, itu kami serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT dan dewan juri. Kami percaya semua kafilah datang dengan persiapan terbaik, termasuk Astambul sebagai tuan rumah,” imbuhnya.
Martapura Timur sendiri ambil bagian dalam 25 cabang lomba yang dipertandingkan, dengan mengirimkan 52 kafilah terbaiknya. Jarkawi berharap ajang ini menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan bagi para generasi muda.
MTQ ke-48 tingkat Kabupaten Banjar yang digelar di Kecamatan Astambul berlangsung meriah. Selain perlombaan, kegiatan ini juga diramaikan dengan pawai taaruf dan stand pameran UMKM. (Wartabanjar.com/rilis)
Editor Restu







