Langkah ini tak lepas dari gelombang kritik global. Sejumlah negara bahkan sempat memblokir Roblox lantaran dinilai gagal melindungi anak dari konten berbahaya, predator seksual, hingga kasus pelecehan yang mencuat di platform.
Di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan agar Roblox tunduk pada aturan perlindungan anak di tanah air.
“Kami menekankan pentingnya menghormati dan menjalankan aturan perlindungan anak yang berlaku di sini,” tegasnya usai bertemu perwakilan Roblox Asia Pacific, Agustus lalu.
Kekhawatiran juga datang dari orang tua dan pendidik, bahkan Kemendikdasmen sempat mengimbau siswa agar tidak memainkan Roblox sebelum sistem keamanannya benar-benar ketat.
Kini, dengan aturan baru yang akan bergulir dalam beberapa bulan ke depan, Roblox dihadapkan pada ujian besar: mampukah mereka menjaga keseruan bermain tanpa mengorbankan keselamatan anak-anak?(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad






