WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Platform game online populer Roblox kembali jadi sorotan dunia. Dihujani kritik karena dianggap rawan eksploitasi anak dan remaja, Roblox akhirnya memperketat aturan demi keamanan pengguna muda. Mulai akhir 2025, Roblox akan mengintegrasikan sistem verifikasi umur dengan kontrol orangtua (Parental Controls). Aturan baru ini membuat setiap anak yang ingin menggunakan fitur tertentu, termasuk Voice Chat, harus melalui persetujuan orangtua. Sebelumnya, sistem verifikasi hanya mengandalkan kartu identitas dan swafoto sejak 2021. Namun, kelemahan terbesarnya adalah kemungkinan pengguna anak-anak memalsukan identitas atau menggunakan data orang lain. Dengan tambahan kontrol orangtua, manipulasi data akan semakin sulit dilakukan. Selain itu, Roblox juga memperkenalkan pembatasan komunikasi ketat antara pengguna dewasa dan anak-anak. Nantinya, komunikasi hanya bisa dilakukan jika keduanya memiliki hubungan nyata di luar platform—seperti keluarga atau teman sekolah—melalui fitur Trusted Connections. “Lapisan keamanan tambahan ini hadir supaya pengguna dapat mengakses fitur dan konten sesuai usia mereka. Kami berharap langkah ini menjadi standar bagi platform game dan media sosial lain,” ujar Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, dalam keterangan resmi, Minggu (7/9/2025). BACA JUGA:VIRAL! Menhut Raja Juli Main Domino Bareng Tersangka Pembalak Liar, Azis Wellang: “Saya Tak Kenal” Dikecam Pemerintah dan Regulator Langkah ini tak lepas dari gelombang kritik global. Sejumlah negara bahkan sempat memblokir Roblox lantaran dinilai gagal melindungi anak dari konten berbahaya, predator seksual, hingga kasus pelecehan yang mencuat di platform. Di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan agar Roblox tunduk pada aturan perlindungan anak di tanah air. “Kami menekankan pentingnya menghormati dan menjalankan aturan perlindungan anak yang berlaku di sini,” tegasnya usai bertemu perwakilan Roblox Asia Pacific, Agustus lalu. Kekhawatiran juga datang dari orang tua dan pendidik, bahkan Kemendikdasmen sempat mengimbau siswa agar tidak memainkan Roblox sebelum sistem keamanannya benar-benar ketat. Kini, dengan aturan baru yang akan bergulir dalam beberapa bulan ke depan, Roblox dihadapkan pada ujian besar: mampukah mereka menjaga keseruan bermain tanpa mengorbankan keselamatan anak-anak?(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad