PBSI Genjot Regenerasi Atlet, Fokus Cetak Andalan Olimpiade 2028

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Regenerasi bulu tangkis Indonesia yang sempat tersendat kembali jadi perbincangan awal 2025. Bukan karena minim talenta, tetapi karena pemain muda kurang mendapat panggung di level atas.

Contoh jelas terlihat pada Alwi Farhan, juara dunia junior 2023. Perkembangannya melambat, berbeda dengan rivalnya dari Prancis, Alex Lanier, yang kini sudah menempati ranking 7 dunia.

Pelatih Mulyo Handoyo menegaskan percepatan harus dilakukan. “Alwi punya potensi besar. Kalau tidak diproses cepat, bisa terlambat bersinar atau malah tenggelam,” ungkapnya, akhir Desember 2024.

PBSI pun langsung mengubah strategi. Alwi mulai ditempa lebih intensif dan menunjukkan kebangkitan pada Kejuaraan Asia Beregu Campuran serta Piala Sudirman 2025. Pemain muda lain seperti Mohammad Zaki Ubaidillah juga diproyeksikan naik kelas setelah menjuarai Asia Junior.

Di tunggal putri, Putri Kusuma Wardani berhasil meraih perunggu Kejuaraan Dunia 2025, menyalip posisi Gregoria Mariska sebagai andalan utama. Namun sektor ganda putra dan ganda putri masih sangat bergantung pada pemain senior.

Ekspektasi masyarakat pun meningkat, terutama jelang Olimpiade Los Angeles 2028. Publik menantikan hadirnya generasi baru yang bisa mengulang kejayaan bulu tangkis Merah Putih di panggung dunia.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar

Baca Juga :   Senegal Menang 3-0, Lolos ke Babak 16 Besar

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca