“Sebagian komponen memang terbakar, tetapi komponen intinya dan tempat datanya itu masih utuh. Informasi dari KNKT, 99 persen datanya masih bisa dibaca,” tutupnya.
Helikopter sendiri diketahui membawa sebanyak delapan orang, termasuk satu orang pilot dan satu teknisi kemudian sisanya adalah penumpang, termasuk tiga di antaranya adalah WNA bernama Mark Warren asal Australia, Santha Kumar berkebangsaan India, dan Claudine Quito dari Brasil, sementara lima lainnya adalah WNI, yaitu Hendra, Iboy Irfan, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, serta Capt. Haryanto.
BACA JUGA: DEMO HARI INI! #SelamatkanIndonesia Bergejolak di Jakarta, 17+8 Tuntutan Jadi Ultimatum ke Prabowo
Delapan korban ini pun ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Jasadnya sudah tiba di RS Bhayangkara Polda Kalsel di Banjarmasin untuk proses identifikasi.
Konfrensi pers sendiri pagi ini dilaksanakan di RS Bhayangkara Polda Kalsel di Banjarmasin, dan ikut dihadiri oleh Direktur Operasional Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, kemudian Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan SIK MH dan juga turut hadir juga Pangdam VI Mulawarman serta Pangdam XXII.(Wartabanjar.com/Frans)
Editor: Yayu







