Kwok menegaskan bahwa peran utamanya saat ini adalah membangun fondasi masa depan sepak bola Makau. “Saya fokus membawa sebanyak mungkin pemain muda ke tim senior. Turnamen ini hanyalah proses pembelajaran melawan tim-tim tangguh seperti Korea, Indonesia, dan Laos,” jelasnya.
Sementara itu, pelatih Korea Selatan Lee Min-sung menilai Makau tetap bisa menjadi lawan yang berbahaya meski bertumpu pada pemain muda. “Tidak ada pertandingan yang mudah di level ini. Semua tim punya motivasi besar,” katanya.
Kini, perhatian tertuju pada apakah keberanian Makau menurunkan skuad muda akan membawa kejutan atau justru menjadi ajang pematangan sebelum ke pentas lebih tinggi. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







