Medali terakhir tunggal putri Indonesia diraih Lindaweni Fanetri (perunggu) pada edisi 2015 di Jakarta. Sedangkan medali emas terakhir hadir pada tahun 1993 lewat legenda bulu tangkis Susi Susanti.
“Bisa sampai di sini itu tidak gampang, banyak hal yang saya lakukan dalam diam untuk mengembalikan semuanya lagi,” tutur Putri.
Akane sendiri melangkah ke semifinal setelah menang mudah atas Han Yue dengan skor 21-5, 21-19. Di semifinal lainnya, unggulan pertama An Se Young asal Korea Selatan akan berhadapan dengan Chen Yu Fei dari China.
Indonesia kini menaruh harapan penuh pada Putri KW untuk mencetak sejarah baru di tunggal putri Kejuaraan Dunia BWF. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







