WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Putri Kusuma Wardani (Putri KW) menjadi satu-satunya asa Indonesia yang masih bertahan di Kejuaraan Dunia BWF 2025. Hal ini terjadi setelah dua wakil merah putih lainnya tumbang di babak perempat final.
Jonatan Christie harus mengakui keunggulan wakil Thailand Kunlavut Vitidsarn dengan skor 14-21, 21-18, 8-21. Sementara itu, ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dihentikan pasangan Jepang Rin Iwanaga/Kie Nakanishi lewat skor 15-21, 16-21.
Dengan hasil tersebut, harapan Indonesia kini tertumpu pada Putri KW yang dijadwalkan menghadapi unggulan Jepang, Akane Yamaguchi, di semifinal pada Sabtu (9/8/2025) pukul 15.20 WIB di Adidas Arena, Paris, Prancis.
“Pertemuan terakhir dengan Akane, saya kalah di babak perempat final Indonesia Open 2025. Jadi besok saya harus benar-benar siap, baik dari fisik maupun teknis untuk menyerang. Harus siap lebih capek lagi dari hari ini,” ujar Putri KW.
Catatan pertemuan Putri KW dengan Akane memang belum berpihak pada tunggal putri Indonesia itu. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Putri belum pernah menang. Terakhir, di Indonesia Open 2025, Putri kalah dua gim langsung 19-21, 20-22.
Meski begitu, motivasi Putri tengah membara usai menyingkirkan mantan juara dunia 2019 asal India, Pusarla V. Sindhu, melalui pertarungan sengit tiga gim 21-14, 13-21, 21-16. Kemenangan ini mengakhiri paceklik medali tunggal putri Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia yang telah berlangsung selama 10 tahun.
Medali terakhir tunggal putri Indonesia diraih Lindaweni Fanetri (perunggu) pada edisi 2015 di Jakarta. Sedangkan medali emas terakhir hadir pada tahun 1993 lewat legenda bulu tangkis Susi Susanti.

