Kredit Tabalong Smart, dijelaskan Haji Fani, merupakan strategi meningkatkan kesejahteraan masyarkat dan memperkuat perekonomian daerah dengan sasarannya pelaku UMKM dan petani penggerak ekonomi lokal.
Kredit disalurkan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tabalong Bersinar, sedangkan sumber pendanaan kredit adalah penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Tabalong sebesar Rp. 1,7 Milyar (APBD 2025) dan subsidi CSR Tahun 2024 sebesar Rp 40.192.232.
Diketahui, Tujuan kredit Tabalong Smart memberdayakan UMKM, petani, dan pedagang kecil melalui akses permodalan yang mudah dan bebas biaya, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, mengurangi angka kemiskinan yang pada 2025 di Kabupaten Tabalong masih berada pada angka 5,77%.
Program ini dinilai meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung kemandirian ekonomi, serta membuka peluang kerja baru melalui penguatan sektor usaha kecil.
Prosedur permohonan Kredit Tabalong Smart dimulai dari pengajuan syarat administrasi kepada BPR, kemudian dilakukan analisisis, dilanjutkan realisasi dan pembinaan pasca penyaluran.
Penyaluran kredit diawasi oleh Tim Percepatan Keuangan Akses Daerah (TPKAD) KabupatenTabalong bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Progress report Kredit Tabalong Smart Update 19 Agustus 2025, sudah tersalurkan dana sebesar Rp. 563,5 juta (32,77%) dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 405 nasabah.
Sebaran nasabah penerima meliputi Kecamatan Tanjung, Muara Uya, Kelua, dan Haruai, dengan status terakhir Non Performing Loan (NPL) 0% atau tidak ada kredit yang macet.(wartabanjar.com/hrd)
Editor: Yayu







