Seni Wayang di Pelaihari : Cermin Kebijaksanaan dan Pemersatu Bangsa

Nilai itu masih relevan untuk menjaga persatuan, kerukunan dan kebersamaan,” ujarnya.

H Uli juga mengapresiasi kehadiran Ki Dalang Wisnu Nugroho beserta rombongan dari Klaten, Jawa Tengah, yang tampil memukau.

Ia menilai bahwa pertunjukan wayang kulit mampu menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi di antara masyarakat dari berbagai suku di Tanah Laut.

“Di Tala yang menyaksikan wayang kulit bukan hanya saudara kita dari suku Jawa, tetapi juga berbagai suku lainnya. Ini menjadi momentum perekat persaudaraan,” tambahnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya melestarikan seni budaya di tengah gempuran modernisasi.

Menurutnya, budaya adalah identitas bangsa yang harus dijaga agar jati diri tidak luntur. “Budaya adalah identitas bangsa.

Jika kita menjaganya, maka jati diri kita akan tetap kuat menghadapi tantangan global,” tegas H Uli.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan, Kasdim 1009/TLA Mayor Sarjito, serta perwakilan Forkopimda dan SKPD setempat. Kehadiran Bupati Tala periode 2018-2023, HM Sukamta, pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Tala, perwakilan paguyuban, sponsor, dan masyarakat umum semakin memeriahkan suasana. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor Restu