“Perihal ini juga termasuk dalam RPJMD kami, namun kita perlu memperkuat dengan melibatkan masyarakat langsung dalam kesadaran menjaga lingkungan sendiri,” ungkapnya.
Diskusi semakin hidup ketika pegiat lingkungan, M. Hidayatullah atau akrab disapa Dayat, memaparkan kondisi lapangan, pencemaran air, perubahan iklim, hingga pemanfaatan alam yang tak ramah lingkungan.
BACA JUGA: 4 Amalan Bulan Rabiul Awal, Termasuk Peringati Maulid Nabi
“Kita tahu bahwa cuaca bisa mengakibatkan banjir, namun semua itu bisa lebih parah akibat tidak dijaganya lingkungan. Mungkin nanti kita bisa mengajak semua elemen masyarakat, OKP, dan pemerintah untuk kolaborasi, misalnya membersihkan sungai,” jelasnya.
Dari sudut pandang generasi muda, Aulin Safitri, Ketua Kohati Barabai, menegaskan peran penting pemuda dan perempuan.
“Perempuan dan pemuda memiliki energi besar untuk mendorong perubahan, menyuarakan aksi peduli ekologi,” ungkapnya.
Forum yang digelar Gusdurian Barabai ini ditutup dengan refleksi dari Koordinator, Fahriansyah.
Ia menekankan bahwa pertemuan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju gerakan kolektif menjaga lingkungan di HST.
“Dengan semangat lintas generasi dan lintas iman, kita ingin menegaskan bahwa keadilan ekologi bukan sekadar isu, melainkan tanggung jawab moral dan kemanusiaan bersama,” ujarnya. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu












