”Beberapa wilayah sempat diguyur hujan, kemungkinan ini dampak dari modifikasi cuaca yang dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, guna memperkuat upaya pencegahan, Zaini mengatakan BPBD Banjarbaru juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam membentuk posko gabungan.
”Posko ini melibatkan unsur masyarakat, termasuk relawan yang siap terjun langsung ke lapangan,” paparnya.
Tak hanya itu, Zaini juga menyebutkan, pihaknya terus melakukan patroli dan pemantauan harian di titik-titik rawan kebakaran, seperti Kecamatan Landasan Ulin, Cempaka, dan Liang Anggang.
”Kami melakukan patroli rutin serta memperbarui laporan kondisi Karhutla setiap hari,” tambahnya.
Berdasarkan data terbaru, tercatat 43 kejadian kebakaran sejak Maret hingga saat ini, dengan total lahan terbakar mencapai 118,2 hektare.
Jumlah ini disebut Zaini jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
”Penurunan ini juga berkat langkah pencegahan yang sudah kami lakukan, termasuk edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







