Sementara itu, Kepala Kemenag HST, H. M. Rusdi Hilmi, menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut.
Ia menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian.
“Kami sangat menyayangkan adanya peristiwa ini, apalagi terjadi di lingkungan pendidikan. Namun biarlah polisi bekerja secara profesional. Kami tidak ingin mengintervensi baik pihak korban maupun pelaku,” tegas Rusdi.
Menurutnya, tragedi ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan lingkungan pesantren maupun sekolah benar-benar aman dan nyaman bagi para santri maupun siswa.
Pantauan wartabanjar.com di pesantren tersebut pada Jumat (22/8/2025), suasananya masih tampak lengang pasca insiden tewasnya MF yang terjadi pada Rabu (20/8/2025) dini hari. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu







