WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Drama panas mencuat setelah Alexander Isak secara terbuka meminta dijual pada bursa transfer musim panas ini. Bukan karena performa buruk, melainkan klaimnya bahwa Newcastle mengingkari janji yang pernah disepakati.
Isak musim lalu tampil tajam dengan 27 gol dari 42 laga, menjadikannya striker paling berharga di skuad. Namun, striker asal Swedia itu mengaku kepercayaannya hilang usai janji manajemen klub tak ditepati.
“Janji dibuat sejak lama dan posisi saya sudah jelas. Saat itu dilanggar, hubungan berakhir,” tulis Isak di media sosial, Selasa (19/8).







