Veddriq Leonardo Gagal Persembahkan Medali, Indonesia Tetap Beri Perlawanan Sengit

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Ajang World Games (WG) 2025 di Chengdu, China, Sabtu (16/8), menghadirkan drama bagi tim panjat tebing Indonesia. Bukan karena kegemilangan prestasi di nomor speed relay, melainkan lantaran semua wakil Merah Putih gagal meraih medali.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sebelumnya mengirim delapan atlet putra-putri untuk bertarung di tiga nomor berbeda. Pemerintah mendukung penuh melalui alokasi anggaran pelatnas, namun perjuangan di nomor speed relay berakhir tanpa podium, meski beberapa pertandingan berlangsung ketat melawan tim unggulan.

Pada sektor putra, kombinasi Kiromal Katibin–Raharjati Nursamsa serta Alfian Muhammad Fajri–Veddriq Leonardo sempat melejit hingga perempat final. Sayangnya, langkah mereka terhenti setelah dikalahkan wakil Tiongkok dan Amerika Serikat dengan catatan waktu tipis yang menutup asa menuju medali.

Pengamat olahraga, Budi Santoso, menilai kegagalan ini menjadi alarm bagi pembinaan panjat tebing nasional. “Indonesia harus segera mengevaluasi strategi kompetisi internasional. Tanpa perbaikan sistem, peluang emas bisa makin sulit dicapai,” tutur Budi saat diwawancarai, Sabtu (16/8).