Ronauli juga menyoroti maraknya pemberitaan mengenai ketidakpuasan masyarakat yang merasa terdampak langsung oleh pembangunan jembatan tersebut.
Ia menyebut, hingga kini belum ada titik temu antara pihak pelaksana proyek dan warga terdampak.
”Kami ingin memediasi. Karena sejauh ini belum ada kesepakatan yang jelas antara warga dan pihak pelaksana proyek,” tegasnya.
Menindaklanjuti hal ini, Komisi III DPRD Banjarbaru semula berencana melakukan kunjungan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel pada Jumat (15/8/2025) besok.
”Namun karena pihak BPJN sedang memiliki agenda peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80, kunjungan tersebut ditunda,” beber Ronauli.
Sebagai gantinya, Komisi III akan mengundang pihak BPJN untuk hadir di kantor DPRD Banjarbaru pada 19 Agustus mendatang.
”Sesuai arahan ketua DPRD juga, kita harap pertemuan nanti bisa menjadi ruang dialog untuk mencari jalan tengah dan menyepakati solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” pungkas politisi PDI-P tersebut. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







