WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kisah tak terealisasinya transfer Robert Lewandowski ke Manchester United pada 2012 kembali mencuat. Bukan karena masalah performa, melainkan keputusan strategis Borussia Dortmund yang menahan striker asal Polandia itu meski ia sudah mengucap setuju.
Pada 2010, Lewandowski hampir saja mendarat di Blackburn Rovers, tetapi rencana itu kandas akibat gangguan awan abu vulkanik Islandia yang membuat penerbangan Eropa lumpuh. Dua tahun berselang, setelah membukukan 30 gol semusim bersama Dortmund, namanya kembali menjadi target klub Inggris, kali ini dari MU yang kala itu dikomandoi Sir Alex Ferguson.
Lewandowski dalam wawancara dengan BBC Sport mengungkapkan bahwa ia telah memberikan lampu hijau untuk pindah ke Old Trafford. “Saya memutuskan dan mengatakan ‘ya’ kepada Manchester United. Saya ingin bertemu Alex Ferguson,” ucapnya, Selasa. Namun, Dortmund memutuskan untuk mempertahankannya, menilai bahwa menunda penjualan akan memberikan keuntungan finansial lebih besar satu hingga dua tahun kemudian.
Pakar sepak bola Eropa, Michael Cox, menilai momen itu menjadi salah satu transfer yang mengubah arah sejarah MU. “Jika Lewandowski bergabung saat itu, lini depan MU mungkin akan mendominasi Liga Inggris lebih lama,” ujar Cox kepada BBC Sport.
Pihak Dortmund dalam wawancara terpisah menyebut bahwa keputusan tersebut semata-mata demi keberlangsungan tim. “Kami melihat Lewandowski sebagai kunci kesuksesan proyek kami. Mempertahankannya lebih penting daripada uang cepat,” terang juru bicara klub.
