WARTABANJAR.COM – Kalau aturan baru bikin hidup makin susah, wajar saja warga turun tangan. Bukan cuma teriak di jalan, tapi juga patungan buat perjuangan.
Penolakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Pati makin ramai. Warga merasa kenaikan pajak tahun ini terlalu tinggi dan memberatkan, apalagi buat yang penghasilannya pas-pasan.
Sejak awal Agustus, warga dari berbagai desa mulai bergerak hingga senin (11/8/2025). Ada petani, pedagang, sampai tokoh masyarakat yang sepakat untuk protes. Mereka bilang, pajak naik itu bukan cuma angka di kertas, tapi beban yang langsung terasa di kantong.
Untuk mendukung aksi, warga patungan. Uang yang terkumpul dipakai buat bikin spanduk, sewa pengeras suara, sampai beli makan untuk peserta demo. Semua dilakukan supaya aksi bisa berjalan lancar dan suara mereka terdengar.
Pemerintah daerah sudah memberi penjelasan soal kenaikan ini, tapi banyak warga yang merasa alasannya belum pas. Mereka bertanya, kenapa kenaikan harus sekarang, ketika ekonomi belum benar-benar pulih?
Demo yang rencananya digelar pekan ini bukan cuma soal pajak. Ini tanda kalau warga Pati kompak berdiri bersama. Tinggal tunggu, apakah suara mereka didengar, atau cuma lewat begitu saja.(vri/berbagai sumber)
#pati #viral #demo #pbb #wartabanjar

